balet hijab

Penari Balet Berhijab Yang Sedang Mencari Dana

March 20, 2017|Posted in: Pendidikan

Mimpi merupakan sebuah kunci kesuksesan. Merupakan salah satu yang menjadi keyakinan dari si gadis remaja yang bernama Stephanie Kurlow. Gadis itu berasal dari Australia yang memiliki cita-cita agar bisa menjadi penari balet profesional yang hebat di dunia. Tetapi, ketika orang tuanya dan keluarganya yang  masuk keagama Islam. Maka dari itu, Stephanie harus menghentikan kegiatannya sebagai penari balet.

Stepahine yang berusia 18 thaun itu, telah masuk agama Islam pada tahun 2010 lalu. Dan memilih untuk menggunakan hijab dalam kehidupan sehari-harinya, karena adanya hal tersebut maka dia tidak dapat menari balet karena tidak ada satupun tempat kursus balet atau  sekolah yang menerima seorang ballerina menggunakan hijab. Gadis yang tinggal di Campsie, kota Sydney, Australia telah mengatakan sulit untuk mendapatkan sekolah agar dirinya tetap menari balet meski harus memakai jilbab.

Remaja itu pun sangat berharap, bahwa balet bukan sekedar hobi saja namum sebuah cita-cita yang diinginkannya di masa depan nanti. usai dirinya berpikir, gadis berdaraj Austalia-Rusia itu pun pantang menyerah untuk mewujudkan mimpinyua. Maka dari itu dirinya ingin membuktikan jika berhijab bukanlah suatu penghalang bagi seorang muslimah dalam mewujudkan cita-citanya.

balet hijab

sthepanie yang sedang berlatih balet

Stepahanie Memiliki Tekad Yang Kuat Untuk Menjadi Seorang Penari Balet

Inspirasi itu berasal dari Noor Tagouri yang merupakan pembawa berita di Amerika Serikat pertama yang mengunakan jilbab. Maka dari itu, dirinya ingin membuktikan bahwa dia bisa dan memiliki tekad yang bulat. Dan akan menjadi seorang penari balet profesional yang berhijab pertama seperti Michaela De Prince dan Misty Copelad.

Stephanie yang awalnya memulai aksi yang mengadakan kampanye dan juga untik menggalang dana di sebuah situs projek mengumpulkan uang, dalam pembuktian bahwa agama anda tidak harus menghalangi untuk bisa mreaih kesuksesan dalam bidang seni pentas ini.

“Balet sudah menjadi bagian dari saya. Dengan itu, saya ingin menjadi inspirasi dalam generasi muda yang dapat mengekrpesikan diri lewat seni dan kreativitas. Saya pun juga ingin menjadi penari balet muslim yang pertama yang dapat menjadi inspirasi bagi orang lain agar percaya diri mereka tidak hilang dalam mewujudkan cita-cita,” ujar Stepahanie kepada media.

Gadis yang sudah belajar balet dari umur 2 tahun, itu pun telah menggelar kampanyenya sekaligus membuktikan kepada beberapa msyarakat dari agama lain. Yang mana, dirinya bisa dapat dieksplor dalam bidangnya masing-masing tanpa adanya batasan atau kepercayaannya.

“Ada sebagian orang berkata bahwa saya tidak akan dapat menunjukkanya, dan juga beberapa orang penari balet telah meremhkan saya. Karena saya mengenakan hijab. Tetapi ini adalah mimpi saya, saya ingin mendorong agar orang-orang tidak peduli apa itu iman, ras dan juga warna kulit untuk bisa mencapai kesuksesan,” tambahnya.

Atas kampanye yang dilakukannya penggalangan dana yang diberikan nama ‘1st Muslim Hijabi Ballerina In The World‘, Stephanie yang  mengharapkan mendapatkan uang US$ 10 ribu, jika di rupiahkan senilai Rp 137 jutaan agar dapat membayar sekolah balet selama satu tahun.

stephanie balet

stephanie yang sedang bersiap-siap untuk berlatih balet

Tempat Kursus Balet Sthepanie di BSD

Stephanie pada sebelumnya telah belajar balet di tempat kursus yang berada di BSD, kota Tangerang Selatan. Ketika dirinya berusia 5 tahun, dimana para pembimbingnya yang melatih gadis tersebut merasa bahwa anak tersebut memiliki bakat dalam menari balet.

Dan dia sudah pun sudah terlihat dari kecil, meski gerakan balet yang begitu indah, dapat dia tirukan dengan baik. Hingga kini, dia mengembangkan gerakan balet itu dan hingga dirinya di terima di tempat les balet lainya. Meski kini dirinya menggunakan jilbab.