hasil jual narkoba

Belajar Kimia Dari Internet Untuk Membuat Sabu-sabu

April 28, 2017|Posted in: Pendidikan

Seorang pria yang bernama Ainur Huri, berusia 37 tahun nyaris bisa menjadi bandar besar dalam membuat sabu-sabu di Sidoarjo. Jika saja pria tersebut tidak berhasil diringkus oleh polisi. Yang mana warga asal Desa Kedung Turi, Taman, itu telah membuat sabu-sabu sendiri dengan belajar kimia secara otodidak melaui internet.

Kompol Sugeng Purwanto yang merupakan Kasatnarkoba Polresta Sidoarjo, telah menyatakan jika tersangka yang bernama Ainur begitu mahir dalam membuat sabu-sabu.

“Pelaku sendirian membuat barang haram itu di rumah kontrakannya di sebuah Desa Sukodono, Sukodono,” ucap Sugeng ketika penggrebekan itu terjadi di rumah kontrakan Ainur.

Sugeng pun mengatakan meski secara teori dan praktek tersangka dapat memproduksi sabu sendiri, ada salah satu bahan yang tidak bisa dia dapatkan. Yang mana bahan tersebut yaitu efedrin yang dapat merubah campuran kimia bahan sabu menjadi sebuah amphetamine.

“Pelaku bisa saja membelu semua bahan dan juga alat-alat tabung kimia yang terjual bebas. Akan tetapi, tdak dengan bahan efedrin, yang mana pelaku tidak akan mendapatkan bahan tersebut,” tambahnya.

hasil jual narkoba

hasil ainur menjual sabu-sabu

Sugeng Ungkap Buatan Sabu Ainur

Polisi yang bertugas dalam membrantas narkoba itu, Sugeng pun mengatakan untuk dapat membeli efedrin tersebut. Apalagi dalam jumlah besar harus memelurkan surat keterangan yang melibatkan beberapa pihak, seperti dokter dan juga kepololisian. Tersangka Ainur pun sempat berkali-kali mencoba untuk membeli bahan itu, tetapi ditolak oleh toko kimia yang menjualnya bahan tersebut.

Maka dari itu, terbongkarnya aksi bejat yang dibuat oleh Ainur yang berkeinginan menjadi bandar besar sabu di kota Delta.

“Warga yang melaporkan, karena mencurigai adanya seseorang yang ingin membuat sabu. Dengna cepat kami pun segera mendalami kasus ini dan mengintai terus menerus, dan ternyata memang benar,” ucap Sugeng.

Lantas, Sugeng tidak mudah percaya dengan tersangka yang membuat alasan tersebut terlalu naif. Dengan hal itu, sugeng langsung mengerahkan angota-angotanya untuk menggali kasus ini lebih mendalam. Yang bertujuan mencari kemungkinan adanya tersangka lain di dalam kasus tersebut.

“Ketika kami mencari barang bukti dikontrakan pelaku, kami pun juga menemukan sabu seberat 0,5 gram,” ujarnya.

Semua warga yang berada di sekitar kontrakan tersebut pun tidak menyangka kalau tetangganya itu merupakan pengguna dan sekaligus pembuat sabu sendiri. Ketika M Rofiq yang berusia 40 tahun mencertiakan sosok Ainur yang hanya tinggal berdua dengan istrinya itu begitu ramah.

“Meksi dia (keluarga Ainur) memang rada tertutup, namun selalu menyapa tetangganya dan berkata dengan baik ketika berpapasan,”┬átutup Rofiq.

Rofiq yang berdekatan dengan kontrakan Ainur mengatakan bahwa dia baru tujuh bulan berada di Sukodono. Yang sebelumnya, dia mengatakan bekerja di kontraktor kepada warga.

narkotika

hasil penggrebekan narkotika oleh polisi sidoarjo

Ainur Sempat Kursus Kimia di BSD

Tersangka kasus narkotika yang bernama Ainur, mengatakan bahwa dirinya sempat kursus kimia yang berada di BSD, Tangerang Selatan. Dimana tempat les itu dia mempelajari bahan dan juga zat kimia, di sana pun dia merupakan orang yang cepat tanggap dalam mempelajari ilmu kimia. Sehingga membuat dirinya ingin mencoba membuat sabu sendiri.

Setelah dirinya belajar di tempat kursus kimia itu, dia berniat untuk tinggal di sebuah desa dan memiliki pikiran untuk mencoba membuat sabu sendiri. Yang katanya, bahwa di desa tidak akan tercium untuk melakukan tindakan kejahatan. Namun, hal itu salah, kini Ainur harus merasakan dinginnya jeruji besi di dalam sel penjara yang berada di Sidoarjo.

Mungkin Ainur akan mendapatkan pasal yang akan membuatnya bertahan lama di penjara, dengan kasus narkoba yang mana di negara Indonesia ini merupakan hukuman berat.